27 Maret 2011

JENIS KOLAM AIR TAWAR

Jenis kolam yang populer hingga saat ini ada 3 tipe, yaitu:
1. Kolam Tanah (atau sawah)
2. Kolam Semen (atau media solid selain tanah)
3. Kolam Terpal (atau media elastis yang sejenis)

mari kita mulai membahas satu persatu,

KOLAM TANAH (Sawah)


Kolam yang dimaksud adalah kolam yang dibuat dengan cara menggali tanah / sawah kemudian mengisinya dengan air. Kolam ini memiliki dinding dan dasar berupa tanah.
Tipe kolam ini cukup banyak pemilihnya bahkan cenderung paling populer di kalangan petani ikan, karena pembuatannya cukup mudah dan sederhana, hanya menggali tanah dan mengisinya dengan air.Meskipun ada juga kolam tanah yang terjadi secara alami dan siap digunakan untuk memelihara ikan.

Meski demikian, pada perkembangannya, kolam tanah memiliki beberapa modifikasi. Misalnya memberikan lapisan batu pada dinding, atau lapisan pasir pada dasar kolam. Namun pada intinya, kolam tanah yang dimaksud adalah Kolam dimana air yang ada di dalamnya bersentuhan langsung dengan tanah bebas / bumi.

Keuntungan pada Kolam Tanah
1. Karena air bersentuhan langsung dengan tanah bebas, maka secara alamiah kadar Ph dan suhu akan diatur oleh alam, sehingga kontrol Ph dan suhu hampir tidak perlu dilakukan, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu.
2. Biaya pembuatan yang relatif murah.
3. Kondisi kolam yang alami membuat pengkayaan pakan alami berupa plankton dan hewan renik lebih optimal.
4. Keadaan alami kolam yang mirip dengan habitat asli ikan, akan membuat daya hidup lebih tinggi.

Kelemahannya
1. Sangat bergantung dengan keadaan dan jenis tanah tempat membuat kolam. Jika tanah tersebut tidak sehat atau bahkan mengandung bahan / zat yang berbahaya maka ekosistem pada kolam akan tergangu.
2. Diding atau dasar kolam yang terbuat dari tanah akan lebih rawan longsor dan terkikis air, juga dapat menjadi sarang bagi predator dan kompetitor alami, seperti kepiting, udang, lele liar, ikan gabus, belut dan sidhat.
3. Pada cuaca ekstrim, seperti hujan terus menerus, kontrol pada kolam dan air akan lebih sulit.
4. Proses pengeringan kolam yang memakan waktu cukup lama (antara 2-5 hr).
5. Keadaan alami kolam membuat predator alami lebih nyaman untuk berkunjung, seperti katak, ular, lingsang, dan burung.
6. Keadaan kolam yang lebih rendah dari ketinggian air, kadang akan mempersulit sirkulasi air dan pengeringan kolam.
7. Perawatan kolam ekstra untuk mengatasi dinding terkikis, penambalan lubang, pengangkatan endapan tanah.

KOLAM SEMEN (atau media solid selain tanah)

Kolam jenis ini adalah kolam yang pada umumnya dibuat karena keadaan tanah / lingkungan tidak memungkinkan atau kurang sesuai untuk dibuat kolam, atau dikerenakan sistem pemeliharaan yang dipilih.
Sebutan yang lebih tepat sebenarnya adalah KOLAM SOLID, karena kolam ini secara keseluruhan baik dinding maupun dasar kolam terlapisi bahan solid yang kedap air, seperti : semen, batu cetak, fiber, kaca ataupun logam anti karat.
Air di dalam kolam ini tidak bersentuhan langsung dengan tanah bebas / bumi.

Keuntungan kolam semen
1. Sistem pengairan dapat dibuat dengan baik, untuk memaksimalkan sirkulasi air, pengeringan kolam dan juga perawatan.
2. Kolam tidak mudah rusak, terkikis maupun berlubang (karena adanya hewan yang bersarang di dinding / dasar kolam).
3. Perawatan kolam yang lebih mudah dan murah.
4. Efisiensi tempat dengan pembuatan dinding antar kolam (jika memiliki lebih dari 1 kolam) yang lebih tipis, namun kuat menahan tekanan air.
5. Memungkinkan untuk membangun kolam dengan ketinggian di atas rata-rata air, dengan pembuatan dinding extra.
6. Ukuran kolam yang lebih tepat, presisi dan lebih flexible dalam bentuk, sesuai dengan kebutuhan.
7. Proses pengeringan kolam lebih cepat (1-2 hari).
8. Mencegah predator dan kompetitor alami bersarang di dalam kolam secara permanent.

Kelemahannya
1. Keadaan tidak alami ini membuat kita harus rajin mengontrol Ph dan suhu air dalam kolam. Meskipun pada kasus-kasus tertentu, kolam solid bisa mengatur sendiri Ph dan suhu yang alami.
2. Pertumbuhan plankton dan hewan renik pada kolam solid tidak dapat mencapai tingkat optimal dikarenakan media yang tidak alami.
3. Biaya pembuatan kolam yang relatif mahal.
4. Daya hidup pada kolam semen lebih rendah dari kolam tanah.
5. Pertumbuhan ikan relatif lebih lambat dari kolam tanah, dan tingkat stress pada ikan lebih tinggi.


KOLAM TERPAL (atau media lain yang sejenis)

Pengembangan dan penggunaan kolam terpal relatif masih baru, dibanding dengan keberadaan kolam tanah dan kolam solid yang sudah bermula dari abad sebelum masehi.
Kolam Terpal mulai menjadi pilihan alternatif dan bahkan menjadi pilhan favorit saat pembuatan kolam tanah maupun kolam solid tidak mungkin dilakukan karena kondisi-kondisi tertentu.
Sebagai contoh, jika tanah tempat kita akan membuat kolam adalah jenis berpasir (mirip di pantai).Maka tidak memungkinkan bagi kita membuat kolam tanah, karena air akan terus terserap oleh pasir. tetapi untuk membuat kolam semen biaya produksinya terlalu mahal, maka pilihan akan jatuh pada Kolam Terpal.

Kolam ini biasanya dibuat dengan cara menggali tanah seperti pada kolam tanah, tetapi kemudian secara keseluruhan, baik dinding maupun dasar kolam dilapisi (ditutup) dengan terpal maupun bahan elastis lain yang kedap air.
Meski demikian ada juga kolam terpal yang dibuat dengan modifikasi sistem kolam tanah dengan kolam semen. Misalnya kolam berdinding semen (batako) dengan dasar tanah, kemudian dilapis dengan terpal. Ada juga kolam berdinding terpal yang disangga dengan kerangka dari kayu maupun logam.

Keuntungan kolam terpal
1. Biaya pembuatan yang relatif murah.
2. Perawatan yang mudah dan murah.
3. Tingkat flexibilitas keberadaan dan penempatan kolam yang tinggi (memungkinkan untuk dipindah, disesuaikan dengan luas lahan, dan ditempatkan di hampir semua lokasi).
4. Meminimalisir keberadaan dan memudahkan kontrol terhadap predator dan kompetitor alam.
5. Proses pengeringan kolam yang cepat (1-2jam).

Kelemahan
1. Sama seperti pada kolam semen, Ph dan Suhu menjadi fokus dalam pemeliharaan pada kolam terpal. Ada beberapa teknik untuk kolam terpal dalam mengatur suhu air, salah satunya adalah pemberian sekam (kulit padi), atau serbuk gergaji pada dasar kolam sebelum ditutup terpal.
2. Plankton dan hewan renik akan sulit berkembang pada kolam terpal, dikarenakan miskinnya unsur hara yang menjadi media berkembangnya plankton / hewan renik.
3. Tingkat keawetan kolam yang rendah bila dibandingkan kolam semen.
4. Bahan pelapis elastis yang dipilih, memungkinkan mengandung zat berbahaya bagi kehidupan makhluk air dan manusia.
5. Daya hidup ikan lebih rendah dibanding kolam tanah.
6. Ukuran kolam terpal hingga saat ini masih terbatas pada luas terpal yang tersedia di pasaran.
7. Jelas kita menambah jumlah polusi plastik dunia.. jangan lupa, sedikit lama-lama menjadi bukit.

Jika anda ingin membuat kolam, maupun mengembangkan kolam yang sudah ada, sekarang anda bisa memodifikasi sendiri, sesuai dengan keadaan lokasi, lingkungan dan dana dimiliki.
Hampir semua jenis ikan air tawar dapat dipelihara pada 3 jenis kolam ini, hanya saja akan ada penyesuaian-penyesuaian pada teknik pemeliharaan, sistem pengairan, bentuk dan ukuran kolam dan sumber airnya.

Nah, kira-kira kolam yang ingin anda buat termasuk yang jenis apa?

CATATAN

Kondisi alam / lingkungan yang terbuka dengan banyak sinar matahari akan lebih mengoptimalkan kesehatan kolam.
1. Membantu terjadinya fotositesis pada tanaman air sehingga memperkaya oksigen terlarut.
2. Membunuh parasit dan mencegah berkembangnya jamur.
3. Mempercepat pertumbuhan dan siklus hidup plankton dan hewan renik sebagai pakan alami.
4. Mengatur suhu air kolam sehingga tidak terlalu dingin. Air yg terlalu dingin akan menghambat pertumbuhan ikan, karena penggunaan kalori berlebih sebagai ekstra penahan dingin.
5. Penguapan gas amonia dan racun dalam kolam akan lebih cepat.

Semoga informasi singkat yang diambil dari berbagai sumber dan berdasarkan pengalaman ini dapat membantu anda.

Salam perikanan,

2 komentar:

  1. ada cara2 membuat penutup kolam gak Pak? untuk klam semen

    BalasHapus
  2. apa dengan membuat kolam hybrid: berdiding semen tapi berdasar tanah menguntungkan? dan apa saja kekurangannya? mohon pencerahannya

    BalasHapus