25 Maret 2011

BUDIDAYA IKAN MAS II

7. Budidaya Ikan Mas - Agar genetik ikan mas baik
Genetik ikan mas harus dipertahankan. Cara mempertahankan genetik ikan mas dapat dilakukan berbagai cara, diantaranya :

Pertama, tidak mengawinkan induk jantan dan betina dalam satu keturunan. Caranya, seorang pembudidaya harus memiliki minimal dua kelompok induk yang asal-usulnya berbeda, beda tempat, yaitu kelompok A dan kelompok B. Kelompok A dikawinkan dan dipelihara dalam kolam A, sedangkan kelompok B dikawinkan dalam kolam B. Masing-masing kelompok kolam akan menghasilkan masing induk jantan dan betina dari kedua kolam itu.
Induk jantan dari kolam A tidak boleh dikawinkan dengan induk betina dari kolam A. Tapi, kawinkanlah induk jantan kolam A dengan induk betina kolam B, atau kawinkan induk betina kolam A dengan induk jantan kolam B. Namun cara ini masih kurang terjamin, karena pertalian adarah antara ikan dalam satu lokasi masih sangat dekat.

Kedua, mengawinkan induk jantan atau betina dengan induk jantan atau betina dari lokasi yang berbeda, misalnya antar kabupaten A dengan kabupaten B atau antar propinsi A dengan propinsi B. Cara ini lebih baik dari cara pertama, karena pertalian darah antara ikan dalam satu lokasi dengan lokasi lain kemungkinan lebih jauh.

Ketiga, mengawinkan anak dengan induk asalnya. Misalnya mengawinkan jantan dengan betina induk asalnya, anak dengan ibunya, atau mengawinkan betina dengan jantan induk asalnya, anak dengan bapaknya. Perkawinan itu dikenal dengan istilah backcross. Itulah cara yang paling baik. Karena induk asal masih memiliki genetik yang lebih baik, atau masih utuh atau masih lebih unggul dari anaknya. Backcroos akan menurunkan genetik yang lebih baik dari cara pertama dan kedua.

8. Agar ikan mas tak dipermukaan
Selalu menggantung di permukaan air sambil megap-megap bukan kebiasaan ikan mas. Ikan mas biasanya selalu berada di bawah permukaan air, berenang ke berbagai arah dan bergerak cepat memburu dan menangkap makanan. Lalu bila ikan mas menggantung di permukaan, berarti ada sesuatu yang telah terjadi. Kejadian itu bisa disebabkan oleh dua faktor.

Pertama, karena kekurangan oksigen atau kandungan oksigen dalam air sangat rendah. Itu kemungkinan yang paling besar. Padahal oksigen sangat diperlukan dalam proses pernapasan. Kandungan oksigen yang rendah biasanya terjadi pada pagi hari.

Karena oksigen hasil proses fotosintesa pada siang hari habis digunakan untuk pernapasan dimalam hari. Berbarengan dengan itu, kandungan CO2 sebagai hasil dari proses pernapasan pada malam hari meningkat. Sedangkan kehadiran CO2 sangat tidak diinginkan oleh ikan.

Ada berbagai cara untuk mengatasi kejadian itu. Pertama, dengan menambah debit air yang masuk ke kolam itu. Aliran air yang besar bisa merangsang terjadinya difusi oksigen, sehingga oksigen dari udara akan masuk ke dalam air. Kedua, dengan memasang aerasi di ber-bagai bagian kolam. Namun cara ini sangat mahal dan tidak efisien. Ketiga, dengan tidak memberi perlakuan apa-apa. Karena itu tidak berlangsung lama. Setelah matahari terbit, akan terjadi fotosintesa dan oksigen dalam air akan segera meningkat lagi.

Kedua, karena sakit. Ikan mas yang sakit tidak akan bisa berenang normal, apalagi bergerak cepat untuk menangkap makanan, tapi akan bertahan hidup di permukaan sambil sekali-kali bergerak miring. Hanya ada satu cara untuk mengatasi ikan sakit, yaitu harus diobati. (Lihat teknik pengobatan penyakit).

9. Tempat pemijahan
Ikan mas tidak memijah di dasar perairan seperti ikan nila. Ikan mas juga tidak memijah dalam sarang seperti gurame. Ikan mas memijah di permukaan air dimana terdapat adanya aliran air baru dari saluran air, yaitu pada alat penempel telur, misalnya kakaban, dan rumput-rumput.

Di alam, ikan mas akan memijah di perairan yang dangkal, atau dimana di areal perairan yang pada musim kemarau kekeringan, sedangkan pada musim hujan tergenang. Tergenangnya areal itu akan menimbulkan bau tanah yang dapat merangsang terjadinya pemijahan.

Karena itu dalam pemijahan ikan mas, sebelum digunakan kolam pemijahan harus dikeringkan terlebih dahulu selama 3 – 6 hari. Bila tidak dilakukan pengeringan, biasanya ikan mas tidak akan memijah. Bisa juga memijah, tetapi akan terjadi menjelang subuh, bukan tengah malam.

10. Cara Memijah
Cara ikan mas memijah tidak unik seperti ikan sidat. Mungkin bisa dikatakan hampir sama dengan manusia. Pemijahan ikan mas diawali dengan jantan mendekati betina. Betina tidak langsung membalas pendekatan itu, tetapi akan menghindari jantan. Namun jantan terus berkali-kali melakukan pendekatan, sehingga terjadi kejar mengejar.

Akhirnya pendekatan itu disambut baik oleh betina dengan diam, dan membiarkan jantan mendekatinya. Kesempatan itu digunakan jantan untuk menciumi bagian tubuh betina, ternasuk lubang kelaminnya.

Ciuman pada lubang kelamin menimbulkan rangsangan bagi betina. Setelah terangsang, maka betina akan mengeluarkan telur sambil menaiki alat penempel telur. Berbarengan dengan itu jantan akan mengeluarkan sperma sambil terus mengejar dan menciumi alat kelamin betina.

Maka saat itulah terjadi pembuahan (pembuahan dalam air). Pengeluaran telur berkali-kali dilakukan betina. Bersamaan dengan itu jantanpun berkali-kali mengeluarkan sperma, dan pembuahan terus terjadi. Telur yang sudah dibuahi akan menempel pada alat penempel telur (kakaban).

11. Pemijahan di bak
Ikan mas bisa memijah di bak, asalkan ukuran bak tidak terlalu sempit, ukuran bak minimal panjang 3 m, lebar 2 m, dan tinggi 1 m, air mengalir selama pemihanan, serta bak yang digunakan harus dikering terlebih dahulu minimal 3 hari.

Pengeringan ini juga bertujuan untuk merangsang terjadinya pemijahan. Ikan mas juga bisa memihan di jaring. Yaitu jaring yang dipasang pada bak atau kolam. Sebelum digunakan, kolam atau bak harus dikeringkan terlebih dahulu, sebagai ransangan. Jangan lupa air juga haris mengalir selama penijahan.

12.Siklus hidup
Siklus hidup ikan mas tak berbeda dengan kebanyakan ikan air tawar lainnya. Sebut saja siklus ini dimulai dari telur. Telur yang baru dikeluarkan induk akan menempel pada hampir seluruh permukaan kakaban (alat penempel telur), telur itu akan menetas dengan sendirinya.

Kecepatan penetasan sangat tergantung pada suhu air. Pada suhu rendah 24 – 26 O C, telur akan menetas dalam 3 hari, sedangkan lebih tinggi 27 – 30 O C, telur akan menetas dalam 2 hari. Setelah menetas, larva tidak langsung makan pakan alami, tetapi akan menghabiskan makanan cadangan (yolck egg) selama 2 – 3 hari. Baru setelah itu, larva akan makan pakan alami.

Setelah 1 bulan, larva akan menjadi benih berukuran 2 – 3 cm, dan setelah 3 bulan akan menjadi benih berukuran 8 – 12 cm. Dalam waktu 6 bulan, benih akan menjadi konsumsi, kemudian akan menjadi induk betina setelah berumur 1,5 – 2 tahun. Sedangkan jantan lebih dulu jadi induk, yaitu berukuran minimal 0,5 kg, dan berumur 8 bulan.

13. Kebiasaan makan
Dilihat dari kebiasaan makan (feeding habit), ikan dibagi dalam tiga golongan, yaitu ikan yang biasa makan di dasar, ikan yang biasa makan di tengah perairan dan ikan yang biasa makan di permukaan.

Ikan mas termasuk ikan yang memiliki kebiasaan di berbagai bagian perairan, di permukaan air, di tengah perairan, dan juga di dasar perairan. Namun ikan mas lebih cenderung pemakan dasar (bottom feeder) dengan mengaduk-ngaduk dasar perairan.

Selain itu, ikan mas juga suka mengaduk-ngaduk, atau membongkar pematang. Tak heran bila setelah selesai masa pemeliharaan, pematang kolam menjadi rusak, sehingga apabila akan digunakan, pematang kolam harus diperbaiki terlebih dahulu.

14. Makanan Alami
Dilihat dari kebiasaan makanan (food habit), ikan dibagi dalam tiga golongan, yaitu ikan pemakan tumbuhan (herbivora), ikan pemakan hewan (carnivora) dan ikan pemakan segala (omnivora).

Ikan mas termasuk omnivora atau ikan yang sepanjang hidupnya pemakan daging. Larva lebih suka makan rotifera, protozoa, dan udang-udangan, seperti Moina sp, dan Dapnia sp. Setelah berukuran 10 cm, makan Chironomidae, Oligochaeta, Epemenidae, Tubificidae, Molusca, dan bahan-bahan organik lainnya.

15. Sifat Makan
Dilihat dari sifat makan, ikan dibagi dalam dua golongan, yaitu ikan yang fasif dan ikan yang agresif. Betutu dan sapu termasuk ikan yang fasif. Kedua ikan itu akan menunggu datangnya pakan, lalu menangkapnya.

Sedangkan ikan mas termasuk ikan yang aktif, seperti sifat makan ikan nila. Ikan mas akan bergerak cepat ke arah pakan dan dengan cepat pula menangkap pakan itu. Lebih agresif lagi bila dalam kepadatan tinggi. Meski agresif, tapi bila sudah kenyang akan masuk ke dalam air.

16. Agar Nafsu Makan Tinggi
Napsu makan ikan mas kadang rendah. Ada beberapa penyebab rendahnya napsu makan ikan, khususnya ikan mas, diantaranya : Pertama, napsu makan rendah pada ikan mas bisa disebabkan karena keadaan lingkungan hidupnya, atau keadaan air dimana ikan itu dipelihara. Misalnya, kandungan oksigennya rendah.

Ini biasanya terjadi pada pagi hari hari, karena oksigen telah habis digunakan dalam pernapasan pada malam hari. Selain itu, oksigen dalam air belum bertambah, karena matahari belum muncul, proses photosinthesa belum berlangsung. Kandungan oksigen yang rendah biasanya akan dibarengi dengan naiknya kandungan CO2. CO2 akan bersifat racun bagi ikan.

Kandungan oksigen yang rendah biasanya disebabkan karena debit air yang terlalu kecil. Selain kandungan oksigen yang rendah, bisa juga disebabkan karena kandungan NH3 yang tinggi. NH3 juga bisa bersifat racun bagi ikan. NH3 yang tinggi dapat disebabkan karena kotoran ikan yang terlalu banyak dan sisa pakan tambahan yang numpuk. Keadaan itu menyebabkan kualitas air menurun.

Cara sederhana untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menambah debit air. Debit air yang bisa me-rangasang terjadinya difusi okasigen dari udara. Selain itu, debit air yang besar bisa membuang racun-racun yang ada dalam air itu.

Cara lainnya adalah dengan membuang sebagian air, terutama air di bagian dasar. Dengan terbuangnya air dari dasar, maka racun-racun bisa terbuang. Dengan dua perlakuan itu, kualitas air bisa diperbaiki.

Kedua, bisa disebabkan karena keadaan cuaca. Cuaca yang redup bisa menurunkan napsu makan. Karena dalam cuaca seperti itu proses fotosintesa tidak berjalan maksimal, sehingga kandungan oksigen dalam air menjadi rendah. Berbeda dengan cuaca terang. Proses fotosintesa berjalan maksimal, sehingga kandungan oksigen dalam air tinggi.

Belum ada cara yang praktis untuk mengatasi keadaan itu. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengurangi jumlah pakan tambahan atau tidak memberi pakan sekalian. Karena pakan itu tidak akan dimakan. Bahkan akan berakibat menurunnya kualitas air. Selain itu juga bisa menyebabkan pakan menjadi boros.

Ketiga, karena ikan sakit. Pada ikan yang sakit, jangankan untuk makan, untuk bertahan hidup saja susah. Tentu saja untuk mengatasi hal itu, ikannya harus diobati.

sumber: http://solusiikanmas.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar